Satgas Operasional Mudik Lebaran 2019.



SEKITAR KITA
Satgas Operasional Mudik Lebaran 2019
PT Jasa Marga (Persero) membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Siaga Operasional Lebaran Tahun 2019 untuk mengawal kesuksesan pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2019. 

Tim ini mengemban tugas untuk memberikan berbagai layanan ideal, khususnya kepada pengguna jalan tol. Satgas Siaga Operasional Lebaran Tahun 2019 dikukuhkan langsung Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani. 

Desi mengungkapkan, sejak beberapa tahun terakhir Tim Satgas Jasa Marga telah berhasil membantu kelancaran lalu lintas, menurunkan angka kecelakaan, dan meningkatkan sinergitas antar sektoral. 

Namun, Desi mengingatkan kondisi berbeda berpotensi terjadi pada arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Salah satunya adalah survei Balitbang Kementerian Perhubungan yang memprediksi peningkatan penggunaan kendaraan pribadi sebanyak 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

"Dan hampir 40% memilih menggunakan Tol Trans Jawa sehingga upaya yang sudah kita lakukan saat ini adalah mengantisipasi kepadatan tersebut di gerbang-gerbang tol utama seperti Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, GT Kalikangkung, GT Banyumanik, dan GT Kejapanan Utama. Kita harus memastikan kapasitas transaksinya mampu melayani arus lalu lintas Lebaran," ungkapnya pada Minggu (19/05). 

Desi juga menekankan pentingnya aspek keselamatan. Oleh sebab itu, Jasa Marga senantiasa berkordinasi dengan memasang rambu-rambu tambahan. "Bukan rambu-rambu standar, tapi rambu-rambu tambahan (berdasarkan) atas evaluasi selama Tol Trans Jawa beroperasi yang antara lain berupa elastic strip, cautioning light,_dan CCTV," jelasnya. 

Tak lupa, Desi menyampaikan selamat bertugas kepada Tim Satgas Program Jasa Marga Siaga Operasional Lebaran Tahun 2019. "Semoga tugas ini mendapat ridho Allah SWT dan kelancaran sehingga Lebaran tahun 2019 berjalan dengan selamat, guyub, dan rukun," pungkasnya. 

Berikut Koordinator Operasional Terbagi di 4 Wilayah Zone 


Satgas Operasional Mudik Lebaran 2019 berdasarkan 4 wilayah zone yaitu Zone 1 Ruas Jakarta-Cikampek-Padaleunyi, Zone 2 Ruas Jabodetabekjabar, Territory 3 : Trans (Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur) serta Region 4: Nusantara yang mencakup ruas jalan tol Jasa Marga di pulau Jawa seperti Belmera, Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Bali Mandara, Balikpapan-Samarinda dan Manado-Bitung. 

Tim JM Siaga Operasional Lebaran 2019 antara lain melakukan koordinasi dalam menyiapkan segala fasilitas yang dibutuhkan dalam rangka mendukung keberhasilan implementasi Program Jasa Marga Siaga Operasional Lebaran Tahun 2019. 

Tugas dan tanggung jawab lainnya ialah memastikan kesiapan operasional di masing ruas-ruas tol yang mencakup bidang pelayanan transaksi, lalu lintas, konstruksi, _lrest region, human capital, pengelolaan risiko, kehumasan, lawful, dan umum. Tak hanya itu, berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, Kementerian Lingkungan Hidup, Polri, Pertamina, dan PLN juga termasuk menjadi tugas dan tanggung jawab Tim JM Siaga Lebaran Tahun 2019. 


Masa penugasan Tim Satgas Operasional Mudik Lebaran 2019 Program Jasa Marga Siaga Operasional Lebaran Tahun 2019 berlaku sampai dengan berakhirnya periode arus mudik dan balik Lebaran 2019. 

Untuk diketahui, pembentukan Tim Satgas ini dihadiri oleh Direktur Operasi Jasa Marga Subakti Syukur sebagai Kepala Koordinator dan jajaran Direksi Jasa Marga lainnya seperti Direktur Bisnis Mohammad Sofyan, Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal, serta Direktur Human Capital and Transformasi Alex Denni yang bertindak sebagai Anggota Pengarah.


Sumber : bekasiguide.com
Share:

Prabowo Menjadi Tersangka Kasus Makar



TENTANG KITA
- Prabowo Telah Dilaporkan Menjadi Tersangka Kasus Makar Polda Metro Jaya menetapkan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sebagai tersangka dalam kasu makar. Kabar itu juga dikonfirmasi langsung oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. Dalam salinan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan , laporan dugaan makar yang dituduhkan kepada Prabowo dibuat pada 19 April lalu. 

Lantas, penyidik Polda Metro Jaya menerbitkan SPDP pada 17 Mei. Menurut isi salinan SPDP tersebut, pasal yang dituduhkan kepada Prabowo adalah pasal 107 KUHP dan atau pasal 110 junto pasal 87 dan atau pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan atau pasal 15 Undang-Undang Nomor 1/1946. 

Penyidik mengatakan Prabowo bersama-sama dengan Eggi sudjana diduga melakukan tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara/makar dan atau menyiarkan suatu berita atau di sebut mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menimbulkan keonaran di masyarakat, dan atau juga menyiarkan kabar yang tak pasti atau kabar yang berlebihan. 


Sebelumnya Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut tim hukum BPN akan memberikan bantuan hukum guna dua tersangka kasus dugaan makar, Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma. Dia juga menyatakan akan meminta penangguhan penahanan bagi keduanya. 

Dahnil menyebut, jika tim hukum dari Prabowo akan mengirim surat dari pemohonan penangguhan penahanan untuk Eggi dan Lieus. Permohonan tersebut akan langsung disampaikan tim kepada aparat kepolisian yang menangani kasus kedua tokoh BPN itu. Dahnil mengkritik penanganan aparat dalam kasus Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma. 

Dahnil menyatakan Sandiaga Uno juga diperkirakan akan menjenguk Eggi dan Lieus di Polda Metro Jaya. Akan tetapi dia belum bisa memastikan kapan Sandi akan menjenguk kedua tersangka dugaan makar itu. Dia juga menyebut kemungkinan Prabowo dan tim BPN akan kembali membesuk Eggi dan Lieus pada esok hari. Sebab, kunjungan mereka malam ini ditolak karena telah melampaui batas waktu besuk. 

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais kedapatan muncul dalam rombongan Prabowo Subianto ke Polda Metro Jaya. Padahal, di hari yang sama Amien Rais mangkir dari panggilan penyidik terkait dugaan makar yang menjerat Eggi Sudjana.
Share:

Mustofa Nahra SEKARAT bikin HOAX!!!



TENTANG KITA - Sudah menjadi kebiasaan 02 garang di medsos, hobinya sebar hoaks-fitnah, dan fundamental ancam. Ketika dihadapkan pada hukum, langsung loyo. Yang bukti kecurangan hanya dari connect beritalah seperti BPN di MK. Yang jadi ayam sayurlah seperti Amien Rais. Yang jadi pelarianlah seperti Bachtiar Nasir, Haikal Hassan dan blast toyib yang gak pulang-pulang. Yang langsung pucat pasilah seperti pengancam Jokowi

Maka tidak heran ketika Mustofa tertangkap, istrinya berharap suaminya tidak ditahan dan mengaku Mustofa punya penyakit asam urat, darah tinggi dan diabetes false name sekarat. Sudah begitu sok bawa obatnya ke kantor polisi pula. Emang di kira kantor polisi itu rumah sakit apah. Yang begini-beginian sudah menjadi SOP 02 kalau sudah berurusan dengan hukum. 

"Saya membawa obatnya karena beliau masih dalam pengobatan dokter." 

Tujuan sebenarnya tidak lain tidak bukan hanya untuk menghindari expositions hukum. Terbukti menurut pengakuan kuasa hukumnya, expositions pemeriksaan terhadap Mustofa berjalan lambat karena terkendala karena masih compositions penyembuhan. 

"Sehingga pemeriksaan klien kami saat ini masih berlangsung, karena tadi juga break puasa dan kondisi kesehatan belum terlalu pulih dari penyembuhan. Setelah ini baru dilanjutkan kembali pemeriksaan." (Kuasa hukum Mustofa, Djudu Purwantoro),

Entah sejak kapan dia sakit kita tidak tahu. Padahal kejadian terkait hoaks yang disebarkan Mustofa terjadi pada tanggal 23 Mei. Dia dilaporkan pada tanggal 24 Mei. Kemudian dia diciduk pada 25 Mei dini hari. Kalau dihitung-hitung dia pada saat pemeriksaan masih dalam compositions penyembuhan, berarti ketika menyebar hoaks itu dia masih dalam keadaan sakit. Entah sakit yang mana. Diabeteskah, darah tinggikah, atau asam uratkah atau bisa jadi sedang komplikasi makanya dia menyebar hoaks
Tetapi tidak mungkin juga. Karena manusia bernama Mustofa ini sudah terbiasa menyebar hoaks. Bukan hanya sekali dua kali, melainkan berkali-kali. Ada yang pura-pra bertanyalah tentang suatu kejadian, padahal rencananya mau sebar hoaks, lalau kalau sudah dinyatakan hoaks langsung buru-buru dihapus. Begitulah terus-menerus selama ini sampai kali ini dia tidak bisa lagi berkelit. 

Tetapi saya yakin sakitnya itu kambuh ketika dia diketahui dilaporkan. Karena dia sudah pernah menandatangani surat perjanjian di atas meterai kalau terbukti menyebar hoaks lagi maka akan tidak ada lagi customized organization minta maaf, melainkan langsung diproses sesuai hukum yang berlaku. Ya masuk akal darah tingginya langsung naik, diabetesnya langsung bergejolak dan asam uratnya makin menyengat. Soalnya penjara sudah menanti. 

Anda tahu sendirilah kalau Mustofa itu seperti bocah gretongan yang kalau tidak bisa bermain medsos sebentar saja langsung marah-marah. Padahal di medsos quip kerjanya hanya sebar hoaks. Withering chitchat tik tokan. Itu joke kalau bisa. Itu mungkin yang membuat dia jadi sekarat. 

Tetapi terlepas dari sekarat atau tidaknya Mustofa, konten hoaksnya bukan saja menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Hoaks si botak ini sudah mengancam stabilitas keamanan negara. Sebab gara-gara hoaksnya, banyak masyarakat yang marah terhadap kepolisian. Bukan hanya kampret saja, tetapi yang namanya manusia akan lirih menyaksikan bocah dipukuli seperti itu sampai mati. Tetapi kalau ternyata hoaks, mau dikenamakan kemarahan itu? 

Saya sendiri sempat termakan video hoaks dan narasinya itu. Saya sempat percaya bahwa anak yang meninggal di Jakarta itu mati karena dipukuli polisi. Saya terdampak karena tidak ada video pembanding. Narasinya play on words tampak sangat meyakinkan. Dan saya sempat menyesalkan perbuatan polisi yang tega menyiksa remaja. Eh ternyata hoaks. Pengen rasanya kutimpuk muka di Tofa dan kampret-kampret biadab lainnya itu dengan batu. Tapi ya mau gimana lagi, kalau membalas kejahatan dengan kejahatan apa bedanya saya dengan mereka. 

Maka saya kira tidak ada pilihan lain kepada kepolisian kecuali memenjarakan si Mustofa. Selain hoaks yang dipersoalkan kali ini, sudah banyak juga hoaks-hoaks yang dia sebarkan. Bisa dikatakan dia itu rajanya hoaks yang selalu lepas dari jerat hukum. 

Mau asam urat, mau diabetes, mau darah tinggi, mau sekarat sekalipun tidak perlu dikasihani lagi. Compositions saja secepatnya. Dia itu hanya menghabiskan waktu polisi yang hanya 1X24 jam saja untuk pemeriksaan. Jangan ketika diperiksa ngaku sakit, tetapi nyebar hoaks tidak ada istilah sakit.
Share:

Tips Mudik Lebaran tahun ini

TENTANG KITA - Tips Mudik Lebaran – Tidak terasa, sebentar lagi lebaran yang dinanti-nanti akan segera tiba. Seperti biasa, di berbagai negara dengan penduduk muslim yang banyak, termasuk Indonesia, hari raya Idul Fitri itu merupakan hari raya yang sangat penting. 

Karena demikian pentingnya, banyak orang yang rela bangun tengah malam untuk bisa mendapatkan tiket kereta agar bisa pulang mudik dan merayakan hari raya ini bersama dengan keluarga tercinta. 

Tapi sebelumnya tahukah sobat tiket bahwa bukan hanya tiket mudik saja yang harus kamu persiapkan untuk perjalanan pulangmu? Selain itu, ada beberapa tips mudik lebaran 2019 lainnya yang juga perlu kamu terapkan. 


Tips Mudik yang Mudah Diterapkan untuk Perjalanan Nyaman 

Betul sekali, tentu sebelum mudik, kamu perlu persiapan yang matang. Mau tahu apa saja yang harus kamu persiapkan? Simak beberapa tips mudik lebaran berikut ini supaya perjalanan kamu bisa semakin nyaman. 

1. Persiapkan Mental 

Hasil gambar untuk Persiapkan Mental

Tips mudik lebaran 

Perjalanan mudik itu sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perjalanan jauh pada umumnya. Jika perjalanan biasa saja memerlukan persiapan mental dan profound seperti berdoa, maka sama halnya dengan perjalanan mudik. 

Tapi, seperti yang kita tahu bahwa mudik lebaran itu pasti padat banget. Ada puluhan ribu orang bahkan mungkin jutaan orang pergi mudik secara bersama-sama. Selain padat, pasti akan melelahkan juga. 

Bukan hanya soal keselamatan, kalau kamu nggak siap mental, stamina quip pasti akan cepat habis. Biar kamu nggak kaget dengan kondisi jalanan di luar sana saat mudik nanti, kamu bisa update tentang data mudik lebaran 2019 yang bisa kamu temukan di web maupun melalui media massa. 

2. Perhatikan Kembali Barang Bawaan 


Entah mudik dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum, yang namanya barang bawaan itu tetap menjadi faktor yang harus diperhatikan. Selain nggak nyaman, membawa terlalu banyak barang bawaan itu juga mubazir dan menghambat pergerakan kamu selama perjalanan. 

Bukan cuma itu, membawa barang berlebihan juga mengganggu orang lain, loh. Maka dari itu, sebelum berangkat mudik, ada baiknya kita memperhatikan barang bawaan. Membawa barang-barang bawaan yang penting saja adalah tips mudik lebaran yang akan memudahkan kamu selama perjalanan. 

3. Cek Kesehatan Kendaraan 


Yang namanya pergi mudik ke kampung halaman itu pasti erat banget sama yang namanya kelayakan kendaraan. Terutama bagi kamu yang hendak mudik dengan kendaraan pribadi. Ternyata ada juga lho tips mudik lebaran yang harus diperhatikan jika kamu ingin mudik dengan kendaraan pribadi. 

Untuk kamu yang hendak mudik dengan kendaraan pribadi, ada baiknya memperhatikan kesehatan kendaraan seperti kualitas rem, mesin, karburator, dan lain-lain. Percaya deh, mogok di tengah kemacetan arus mudik itu enggak enak. 

Baca juga : Aksi demo 22 mei di bawaslu

4. Lengkapi Suplai Makanan dan Minuman 


Alright, tiket mudik sudah di tangan. Hati quip sudah tenang untuk perjalanan mudik tahun ini. Namun, lamanya waktu perjalanan pasti akan membuatmu cukup bosan dan pastinya, lapar! 

Makanya, kebutuhan suplai makanan seperti makanan dan minuman quip harus kamu perhatikan supaya nggak kelaparan di tengah jalan. Apalagi, biasanya di hari-hari besar, harga makanan di jalan itu lumayan mahal. 

Jadi, tips mudik lebaran selanjutnya yang harus kamu ingat adalah mempersiapkan bekal makanan. Jangan sampai badan kamu jadi lemas karena kesulitan mencari makanan untuk dinikmati di jalan atau untuk mengganjal perut saat waktu berbuka puasa tiba. 

5. Bawa Uang Ekstra 


Tips mudik lebaran 

Dalam segala hal, termasuk perjalanan mudik, mempersiapkan rencana cadangan bukanlah sesuatu yang berlebihan. Bukan pula sesuatu yang aneh. Ya, bukankah ada banyak hal yang sering terjadi diluar kendali kita? Jadi, tips mudik lebaran terakhir yang harus kamu perhatikan adalah membawa uang tambahan untuk berjaga-jaga. 

Membawa uang ekstra setidaknya cukup membantu kamu dalam keadaan darurat. Misalnya, ketika kamu kehabisan bensin di jalan, atau kamu butuh membeli sesuatu di tempat yang tidak bisa menerima transaksi computerized. Tapi, ingat yah, ini untuk jaga-jaga saja, dan tetap jangan membawa uang yang terlalu berlebihan karena dikhawatirkan bisa mengundang kejahatan.
Share:

HATI HATI MUDIK LEBARAN 2019

TENTANG KITA - Maskapai penerbangan Sriwijaya dan Lion Air mengajukan tambahan penerbangan atau additional flight rute Makassar - Yogyakarta saat arus mudik Lebaran 2019. 


Juru bicara Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Dian Permata Sari mengatakan Lion Air mengajukan satu tambahan penerbangan untuk satu rute saja, yakni Makassar - Yogyakarta. Adapun maskapai Sriwijaya mengajukan dua tambahan penerbangan untuk rute Makassar - Yogyakarta dan Makassar - Balikpapan. 

Penambahan jadwal penerbangan itu dimulai pada 26 Mei sampai 18 Juni 2019. "Pengajuan tambahan penerbangan ini untuk rute pergi - pulang," ucap Dian Permata Sari, Sabtu 25 Mei 2019. 

Kendati harga tiket pesawat dianggap mahal, Dian Permata Sari memprediksi arus mudik tahun ini bakal meningkat 5 persen dibanding hari biasa. Meski begitu, dia mengakui kenaikan harga tiket pesawat berdampak terhadap jumlah penumpang yang tidak setinggi tahun lalu. 

Pada 2018 tercatat 719 ribu penumpang selama mudik Lebaran terhitung H-8 hingga H+16. Dengan begitu, rata-rata terdapat 29 ribu penumpang per hari. Adapun saat ini hingga H-10 Lebaran, menurut Dian Permata Sari, belum ada tanda-tanda lonjakan penumpang. Dia memperkirakan puncak arus mudik Lebaran terjadi pada H-5 Idul Fitri. 

Pengelola Bandara Hasanuddin mendirikan posko mudik Lebaran yang akan beroperasi mulai 29 Mei hingga 13 Juni 2019. Posko tersebut terdiri dari personel gabungan berjumlah 168 orang, termasuk PT Angkasa Pura I, Otoritas Bandara, Airnav, TNI Angkatan udara, Basarnas, dan BMKG.

Share:

Popular Posts

loading...