Mustofa Nahra SEKARAT bikin HOAX!!!



TENTANG KITA - Sudah menjadi kebiasaan 02 garang di medsos, hobinya sebar hoaks-fitnah, dan fundamental ancam. Ketika dihadapkan pada hukum, langsung loyo. Yang bukti kecurangan hanya dari connect beritalah seperti BPN di MK. Yang jadi ayam sayurlah seperti Amien Rais. Yang jadi pelarianlah seperti Bachtiar Nasir, Haikal Hassan dan blast toyib yang gak pulang-pulang. Yang langsung pucat pasilah seperti pengancam Jokowi

Maka tidak heran ketika Mustofa tertangkap, istrinya berharap suaminya tidak ditahan dan mengaku Mustofa punya penyakit asam urat, darah tinggi dan diabetes false name sekarat. Sudah begitu sok bawa obatnya ke kantor polisi pula. Emang di kira kantor polisi itu rumah sakit apah. Yang begini-beginian sudah menjadi SOP 02 kalau sudah berurusan dengan hukum. 

"Saya membawa obatnya karena beliau masih dalam pengobatan dokter." 

Tujuan sebenarnya tidak lain tidak bukan hanya untuk menghindari expositions hukum. Terbukti menurut pengakuan kuasa hukumnya, expositions pemeriksaan terhadap Mustofa berjalan lambat karena terkendala karena masih compositions penyembuhan. 

"Sehingga pemeriksaan klien kami saat ini masih berlangsung, karena tadi juga break puasa dan kondisi kesehatan belum terlalu pulih dari penyembuhan. Setelah ini baru dilanjutkan kembali pemeriksaan." (Kuasa hukum Mustofa, Djudu Purwantoro),

Entah sejak kapan dia sakit kita tidak tahu. Padahal kejadian terkait hoaks yang disebarkan Mustofa terjadi pada tanggal 23 Mei. Dia dilaporkan pada tanggal 24 Mei. Kemudian dia diciduk pada 25 Mei dini hari. Kalau dihitung-hitung dia pada saat pemeriksaan masih dalam compositions penyembuhan, berarti ketika menyebar hoaks itu dia masih dalam keadaan sakit. Entah sakit yang mana. Diabeteskah, darah tinggikah, atau asam uratkah atau bisa jadi sedang komplikasi makanya dia menyebar hoaks
Tetapi tidak mungkin juga. Karena manusia bernama Mustofa ini sudah terbiasa menyebar hoaks. Bukan hanya sekali dua kali, melainkan berkali-kali. Ada yang pura-pra bertanyalah tentang suatu kejadian, padahal rencananya mau sebar hoaks, lalau kalau sudah dinyatakan hoaks langsung buru-buru dihapus. Begitulah terus-menerus selama ini sampai kali ini dia tidak bisa lagi berkelit. 

Tetapi saya yakin sakitnya itu kambuh ketika dia diketahui dilaporkan. Karena dia sudah pernah menandatangani surat perjanjian di atas meterai kalau terbukti menyebar hoaks lagi maka akan tidak ada lagi customized organization minta maaf, melainkan langsung diproses sesuai hukum yang berlaku. Ya masuk akal darah tingginya langsung naik, diabetesnya langsung bergejolak dan asam uratnya makin menyengat. Soalnya penjara sudah menanti. 

Anda tahu sendirilah kalau Mustofa itu seperti bocah gretongan yang kalau tidak bisa bermain medsos sebentar saja langsung marah-marah. Padahal di medsos quip kerjanya hanya sebar hoaks. Withering chitchat tik tokan. Itu joke kalau bisa. Itu mungkin yang membuat dia jadi sekarat. 

Tetapi terlepas dari sekarat atau tidaknya Mustofa, konten hoaksnya bukan saja menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Hoaks si botak ini sudah mengancam stabilitas keamanan negara. Sebab gara-gara hoaksnya, banyak masyarakat yang marah terhadap kepolisian. Bukan hanya kampret saja, tetapi yang namanya manusia akan lirih menyaksikan bocah dipukuli seperti itu sampai mati. Tetapi kalau ternyata hoaks, mau dikenamakan kemarahan itu? 

Saya sendiri sempat termakan video hoaks dan narasinya itu. Saya sempat percaya bahwa anak yang meninggal di Jakarta itu mati karena dipukuli polisi. Saya terdampak karena tidak ada video pembanding. Narasinya play on words tampak sangat meyakinkan. Dan saya sempat menyesalkan perbuatan polisi yang tega menyiksa remaja. Eh ternyata hoaks. Pengen rasanya kutimpuk muka di Tofa dan kampret-kampret biadab lainnya itu dengan batu. Tapi ya mau gimana lagi, kalau membalas kejahatan dengan kejahatan apa bedanya saya dengan mereka. 

Maka saya kira tidak ada pilihan lain kepada kepolisian kecuali memenjarakan si Mustofa. Selain hoaks yang dipersoalkan kali ini, sudah banyak juga hoaks-hoaks yang dia sebarkan. Bisa dikatakan dia itu rajanya hoaks yang selalu lepas dari jerat hukum. 

Mau asam urat, mau diabetes, mau darah tinggi, mau sekarat sekalipun tidak perlu dikasihani lagi. Compositions saja secepatnya. Dia itu hanya menghabiskan waktu polisi yang hanya 1X24 jam saja untuk pemeriksaan. Jangan ketika diperiksa ngaku sakit, tetapi nyebar hoaks tidak ada istilah sakit.
Share:

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

loading...